Arsip untuk April, 2008

Seputar Jogja

April 30, 2008

 

Berita

 

CLAS KARNAVAL SCTV 2008

 

 

Alun-alun Utara Yogya kembali heboh, dengan tampilnya berbagai artis ibukota untuk memeriahkan acara Clas Karnaval SCTV 2008 yang berlangsung sejak Jumat 18 April 2008. Pada hari Jumat 18 April 2008 pukul 22.00 Clas Karnaval SCTV 2008 menampilkan artis papan atas seperti Gigi, Shaggydog, Slank, Juwita, dan Nidji. Sedangkan pada hari Sabtunya 19 April 2008 menampilkan Republik, Sherina, Radja, Jikustik dan Letto. Acara sepectakuler ini terselenggara berkat kerja sama Clas Mild dengan SCTV.

Konser ini cukup menarik perhatian sebagian besar sebagian masyarakat Yogya. Ini terbukti dari antusias tinggi para penduduk Yogya untuk menyaksikan berbagai acara Clas Karnaval SCTV 2008 ini. Tema Clas Karnaval yang diangkat kali ini adalah “Gosip Jalanan”. Penonton semakin bersemangat dan histeris ketika band-band kesayangan mereka mulai melantunkan berbagai lagu andalan mereka. Clas Karnaval SCTV 2008 kali ini cukup membawa hiburan baru bagi masyarakat kota Yogya.

Cerita Humor

April 16, 2008

Apa beda Megi Z sama tukang sayur?
Kalo Megi Z teriak ‘teganya-teganya’ , kalo tukang sayur ‘togenya-togenya’

Kenapa di komputer ada tulisan ENTER?
Karena kalo tulisannya ENTAR, programnya ‘ngga jalan-jalan, dong…

Apa bahasa Arabnya orang jatuh dari lantai 100 sebuah gedung?
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Binatang apa yang paling panjang?
Ular ngantri beras

Kenapa gorila lubang hidungnya besar?
Karena jari-jarinya juga besar, biar pas buat ngupil

Ikan apa yang lahir langsung disiksa ibunya?
Ikan lohan (liat aja kepalanya benjol)

PROFIL

April 16, 2008

Romo Van Lith, SJ

Romo Van Lith adalah seorang Jesuit Belanda yang pada tahun 1896 dikirim ke Indonesia bersama Hoovenaar. Saat itu wilayah di Indonesia sangat luas dan saat itu Romo Van Lith diberi tugas memimpin sebuah wilayah misi yaitu di Muntilan.

Rm Van Lith ketika belajar bahasa Jawa Sekolah yang didirikan Rm Van Lith

Rm Van Lith membaptis di Sendang Sono

Bersama dengan Barnabas Sarikrama, Rm Van Lith berhasil membaptis 100 orang untuk pertama kalinya di Sendang Sono pada tahun 1900. Pada tahun 1900 mulai merintis dan mendirikan sekolah bagi anak-anak pribumi di Muntilan. Romo Van Lith dan murid-murid pertamanya memulai proses pendidikan untuk anak-anak pribumi di sekolah mereka yang kemudian diberi nama “Kolese Xaverius”, tempat yang sekarang dikenal sebagai SMA Van Lith Muntilan.

Romo Van Lith melewati 30 tahun di Jawa Tengah (1896-1926). Seorang pendiam, tidak pandai berbicara dan bergaul, kendati ia berusaha untuk menjadi dekat dengan umat.

Dalam sakitnya Rm Van Lith tidak mau dibawa ke negara asalnya di Belanda, karena rasa cintanya pada Indonesia khususnya tanah Jawa. Dia ingin meninggal di Jawa dan disemayamkan di Jawa.

Halo dunia!

April 16, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!