Romo Van Lith, SJ
Romo Van Lith adalah seorang Jesuit Belanda yang pada tahun 1896 dikirim ke Indonesia bersama Hoovenaar. Saat itu wilayah di Indonesia sangat luas dan saat itu Romo Van Lith diberi tugas memimpin sebuah wilayah misi yaitu di Muntilan.
Rm Van Lith ketika belajar bahasa Jawa Sekolah yang didirikan Rm Van Lith
Rm Van Lith membaptis di Sendang Sono
Bersama dengan Barnabas Sarikrama, Rm Van Lith berhasil membaptis 100 orang untuk pertama kalinya di Sendang Sono pada tahun 1900. Pada tahun 1900 mulai merintis dan mendirikan sekolah bagi anak-anak pribumi di Muntilan. Romo Van Lith dan murid-murid pertamanya memulai proses pendidikan untuk anak-anak pribumi di sekolah mereka yang kemudian diberi nama “Kolese Xaverius”, tempat yang sekarang dikenal sebagai SMA Van Lith Muntilan.
Romo Van Lith melewati 30 tahun di Jawa Tengah (1896-1926). Seorang pendiam, tidak pandai berbicara dan bergaul, kendati ia berusaha untuk menjadi dekat dengan umat.
Dalam sakitnya Rm Van Lith tidak mau dibawa ke negara asalnya di Belanda, karena rasa cintanya pada Indonesia khususnya tanah Jawa. Dia ingin meninggal di Jawa dan disemayamkan di Jawa.